Salah
satu dari tujuan mempelajari sifat Allah yakni Ar Rahman dan Ar Rahim adalah agar kita memiliki sifat rahman dan
rahim. Sifat rahman diaplikasikan
dengan cara, semua orang mendapatkan kasih sayang atau perhatian atau kebaikan
dari kita secara umum. Adapun sifat rahim, kita memberikannya kepada orang yang
lebih spesial atau khusus. Begitupun dengan Allah, Allah memberikan rahman-Nya
kepada semua makhluk-Nya baik yang beriman maupun yang tidak beriman
kepada-Nya. Sebagai bukti Allah selalu memberikan segala kebutuhan makhluk-Nya.
Namun berbeda dengan sifatnya yang Maha Rahim,
Allah memberikan kasih sayangnya secara khusus kepada hamba-hamba pilihan-Nya,
baik ketika di dunia hingga sampai ke hari akhir di padang masyar.
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tauhid Melalui Syahadat
Sebelum
kita mengenal Allah melalui asmaul husna
yang merupakan jalan bagi seorang hamba dalam mengenal Allah sebagai Tuhannya.
Selain itu, melalui asmaul husna ini
pun agar supaya dalam tiap diri kita ada Allah, dalam gerak dan tingkah laku
kita ada Allah, dalam hati dan pikiran kita ada Allah kemudian kita bisa
membuktikan kepada alam dan seluruhnya bahwa betapa Allah SWT Maha Sempurna.
Asmaul Husna : Al Hakim & Al Lathif
AL HAKIM & AL LATHIF
Al Hakim bisa
berarti menghakimi, maksudnya segala sesuatu berjalan sesuai dengan hukum Allah
SWT.
Perjalanan
hidup manusia terbagi menjadi 4 golongan, yaitu :
1. Assawabiq,
artinya perjalanan hidupnya sudah ditentukan oleh Allah SWT. Ketentuan Allah
SWT sudah tercatat di dalam laufil mahfuz, disinilah peran Allah SWT sebagai Al
Hakimul adl. Dalam makna sebuah hadis menyatakan bahwa Allah telah menentukan
segala sesuatu terhadap makhluk-Nya jauh sebelum ia diciptakan ke dunia ini.
2. Awabiq,
berarti hidup manusia sesuai dengan hasil dari perjuangannya atau usahanya
sendiri. Maksudnya Allah akan memberikan segala sesuatunya untuk kita sesuai
dengan apa yang diusahakan oleh kita.
3. Huriah,
artinya bebas; tidak pusing dengan kehidupan dunia, karena yang dipikirkannya
hanyalah Allah SWT.
4. Dawam, kehidupan
manusia yang luar biasa karena hidup kesehariannya 24 jam full hanya untuk dan
bagi Allah SWT. Diibaratkan walaupun ia sedang tidak melakukan sholat namun ia
sebenarnya sedang sholat (bersama Allah SWT), hal ini karena sudah ada Allah
did lam dirinya. Manusia seperti ini dicontohkan oleh sosok Rasulullah SAW,
dimana qalbunya tidak pernah alpa dan hidup dari mengingat Allah SWT. Namun
demikian Allah SWT telah memberikan kesempatan dan hak kepada manusia untuk
berusaha. Ma inilah garis besar dari iman ahlu sunnah wal jama’ah.
Al Lathif berarti
santun; lembut; mengetahui apa yang ada dalam hati kita (hal yang tersembunyi),
dan karena Allah-lah Yang Maha Menngetahui Segala yang Tersembunyi.
Al
Lathif apabila dijadikan sebuah dzikir maka Allah SWT akan melembutkan hati
kita, memberikan sikap kesantunan, dan akan mengetahui segala yang tidak
diketahui oleh kebanyakan orang lain.
Dikatakan
bahwa “Laitsa kamislihi syai’un”,
jangan membayangkan wujud Allah SWT, maka apabila ada ayat atau keterangan
mengenai tangan Allah, mata Allah, wajah Allah, jari Allah, janganlah hal ini
dijadikan untuk membayangkan wujud-Nya, namun hal ini lebih kepada hal sebagai
suatu perumpamaan saja.
Wallahu ‘alam bishawab
Langganan:
Komentar (Atom)